Selasa, 07 Februari 2012

ISTIMEWANYA WANITA ISLAM

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

  1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
  2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
  4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
  5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
  7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
  8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?

BAHAYA MENGKAFIRKAN SESEORANG


OLEH: Dr. Yusuf Al-Qardhawi   Pertanyaan:   Bagaimana hukumnya jika  seorang  Muslim  beranggapan  bahwa orang  muslim  lainnya  (saudara  sesama  Muslim) itu adalah kafir?   Jawab:   Setiap orang yang berikrar dan  mengucapkan  Syahadat  telah dianggap Muslim. Hidup (jiwa) dan hartanya terlindung. Dalam hal ini tidak diharuskan (tidak perlu) meneliti batinnya.   Menghukumi (menganggap) seseorang bahwa dia kafir,  hukumnya amat  berbahaya  dan  akibat  yang akan ditimbulkannya lebih berbahaya lagi, di antaranya ialah:   1. Bagi istrinya, dilarang berdiam bersama suaminya yang    kafir, dan mereka harus dipisahkan. Seorang wanita Muslimat    tidak sah menjadi istri orang kafir.     2. Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam dibawah kekuasaannya,    karena dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka. Anak-anak    tersebut adalah amanat dan tanggungjawab orangtua. Jika    orangtuanya kafir, maka menjadi tanggungjawab ummat Islam.     3. Dia kehilangan haknya dari kewajiban-kewajiban masyarakat    atau orang lain yang harus diterimanya, misalnya ditolong,    dilindungi, diberi salam, bahkan dia harus dijauhi sebagai    pelajaran.     4. Dia harus dihadapkan kemuka hakim, agar djatuhkan hukuman    baginya, karena telah murtad.     5. Jika dia meninggal, tidak perlu diurusi, dimandikan,    disalati, dikubur di pemakaman Islam, diwarisi dan tidak    pula dapat mewarisi.     6. Jika dia meninggal dalam keadaan kufur, maka dia mendapat    laknat dan akan jauh dari rahmat Allah. Dengan demikian dia    akan kekal dalam neraka.   Demikianlah hukuman yang harus dijatuhkan  bagi  orang  yang menamakan  atau  menganggap golongan tertentu atau seseorang sebagai orang kafir; itulah akibat yang harus ditanggungnya. Maka, sekali lagi amat berat dan berbahaya mengafirkan orang yang bukan (belum jelas) kekafirannya.   --------------------------------------------------- FATAWA QARDHAWI, Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah Dr. Yusuf Al-Qardhawi Penerbit Risalah Gusti Cetakan Kedua, 1996 Jln. Ikan Mungging XIII/1 Telp./Fax. (031) 339440 Surabaya 60177